Tentang Coach Hendra
Biography
Coach Hendra Hilman dikenal sebagai Sales System Architect dan Business Coach asal Indonesia yang telah membantu ratusan pemilik bisnis membangun sistem penjualan yang tidak lagi bergantung pada satu-dua orang kunci. Dengan pengalaman 18 tahun sebagai pengusaha, business coach, sekaligus sales trainer, Coach Hendra telah membina lebih dari 380 pemilik bisnis dan melatih lebih dari 10.000+ sales leader dan sales professional di Indonesia maupun internasional, mulai dari distributor FMCG, jaringan asuransi, hingga pengembang properti.
Ia meraih sertifikasi High Ticket Closer dari Dan Lok, menjadi NLP Certified Practitioner, serta mendapat pengakuan langsung dari Brian Tracy (World’s Success Expert) dan Brad Sugars (Founder of ActionCOACH). Coach Hendra juga tercatat sebagai peraih Asia Pacific Award-Winning Business Coach, dengan rekam jejak penghargaan seperti Best CEO of Distributor (2007, 2008, 2010), Action Man Business Coach 2013 (Beijing & Gold Coast), dan Platinum Business Coach 2014.
Ia adalah penulis dua buku best-selling, “Boost Your Selling Power” dan “10X Sales”, serta membagikan insight bisnis dan penjualan kepada lebih dari 304 ribu subscriber di kanal YouTube Hendra Hilman. Kliennya mencakup nama-nama besar seperti Prudential, BCA, Allianz, Telkomsel, L’Oréal, AIA, Nissan, dan Gramedia — namun pendekatannya tetap sama: rendah hati, membumi, dan berbasis sistem, bukan sekadar teknik jualan.
Achievement
- Danlok Certified High Ticket Closer — relevan khusus untuk klien properti dengan nilai transaksi besar
- Asia Pacific Award-Winning Business Coach, ActionCOACH Global Network
- Diendorse oleh Brian Tracy dan Brad Sugars
- Penulis buku “Boost Your Selling Power” dan “10X Sales“
- Telah mementori 600+ CEO dan melatih lebih dari 10.000 sales leader dan sales professional di Indonesia
My Approach
Pendekatan saya selalu humbly berangkat dari tiga peran identitas: sebagai pengusaha (bukan sekadar akademisi), sebagai business coach, dan sebagai sales trainer — bukan pendekatan yang credential-forward, melainkan yang service-oriented.
“Bedanya tim penjualan yang baik dan yang great bukan talenta — tapi sistem di belakangnya. Setelah 600 lebih CEO saya dampingi, pola ini selalu sama: begitu sistem berjalan, hasilnya tidak lagi bergantung pada satu-dua orang yang kebetulan berbakat.
